Profil Desa Pematang Tinggi Kabupaten Pelalawan

DESARIAU.COM – Desa Pematang Tinggi merupakan salah satu desa ekstransmigrasi yang berada di wilayah kecamatan Kerumutan. Sebelum menjadi desa definitif pada tahun 1989 (sesuai dengan keputusan daerah No. 443 Tahun 1998) desa Pematang Tinggi merupakan satuan pemukiman IV atau yang biasa disingkat dengan SP IV.

Kemudian satuan pemukiman ini diganti nama menjadi Tegal Sari, namun pada perjalanannya nama Tegal Sari dianggap oleh sebagian masyarakat tempatan atau penduduk pribumi yang merupakan penduduk melayu, nama tegal sari dianggap terlalu berbau bahasa jawa sehingga kurang pas dengan keadaan masyarakat pada saat itu dan dikhawatirkan menimbulkan perpecahan terutama dengan penduduk asli.

Sebelum disepakati nama Pematang Tinggi, sebenarnya ada beberapa pilihan nama yang diusulkan oleh tokoh masyarakat melayu pada saat itu yaitu : Pematang Tinggi, Lubuk Sibungkuk, dan Seminai Ngampak. Setelah melalui pembahasan yang panjang nama Pematang Tinggilah yang kemudian dipilih untuk menggantikan nama Tegal Sari karena dianggap lebih sesuai dengan kondisi geologis desa.

Pada masa awal transmigrasi sampai terbentuk desa definitif yang mandiri Kepala Satuan Pemukiman merupakan pembina dalam penempatan peserta transmigrasi, sementara untuk urusan administrasi pemerintahan dibawah komando PJS Kepala Desa.

Pada tahun 1989 penduduk desa Pematang Tinggi adalah 517 KK yang merupakan penduduk awal desa (sebagai peserta transmigrasi), luas wilayah yang disediakan oleh Pemerintah adalah 1.292,5 ha. Dan merupakan luas wilayah yang dimiliki oleh desa Pematang Tinggi hingga saat ini. Sedangkan jumlah penduduk saat ini adalah 673 KK terdiri dari 2.173 jiwa.

Desa Pematang Tinggi merupakan salah satu desa ekstransmigrasi yang berada diwilayah kecamatan Kerumutan. Sebelum menjadi desa definitif pada tahun 1989 (sesuai dengan keputusan daerah No. 443 Tahun 1998) desa Pematang Tinggi merupakan satuan pemukiman IV atau yang biasa disingkat dengan SP IV.

Kemudian satuan pemukiman ini diganti nama menjadi Tegal Sari, namun pada perjalanannya nama Tegal Sari dianggap oleh sebagian masyarakat tempatan atau penduduk pribumi yang merupakan penduduk melayu, nama tegal sari dianggap terlalu berbau bahasa jawa sehingga kurang pas dengan keadaan masyarakat pada saat itu dan dikhawatirkan menimbulkan perpecahan terutama dengan penduduk asli.

Sebelum disepakati nama Pematang Tinggi, sebenarnya ada beberapa pilihan nama yang diusulkan oleh tokoh masyarakat melayu pada saat itu yaitu : Pematang Tinggi, Lubuk Sibungkuk, dan Seminai Ngampak. Setelah melalui pembahasan yang panjang nama Pematang Tinggilah yang kemudian dipilih untuk menggantikan nama Tegal Sari karena dianggap lebih sesuai dengan kondisi geologis desa.

Pada masa awal transmigrasi sampai terbentuk desa definitif yang mandiri Kepala Satuan Pemukiman merupakan pembina dalam penempatan peserta transmigrasi, sementara untuk urusan administrasi pemerintahan dibawah komando PJS Kepala Desa.

Pada tahun 1989 penduduk desa Pematang Tinggi adalah 517 KK yang merupakan penduduk awal desa (sebagai peserta transmigrasi), luas wilayah yang disediakan oleh Pemerintah adalah 1.292,5 ha. Dan merupakan luas wilayah yang dimiliki oleh desa Pematang Tinggi hingga saat ini. Sedangkan jumlah penduduk saat ini adalah 673 KK terdiri dari 2.173 jiwa. Pendirian Desa, Perda No. 443 tahun 1998 dan Perbub no. KPTS.141/PEM/702/2015. (DR/Desa Pematang Tinggi)

Terhubung

20,746FansSuka
2,380PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Selanjutnya

Gubernur Riau, Syamsuar Lantik Pj Bupati Bengkalis

PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto hadiri pelantikan Penjabat Bupati Bengkalis dan pengukuhan penjabat sementara Bupati Rokan Hulu, Kuansing, Rokan Hilir, dan Siak,...

Rombongan Gubernur Riau Gunakan Tol Pekanbaru-Dumai Pertama Pasca Diresmikan

PEKANBARU - Rombongan Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Ketua DPRD Riau Hardianto beserta Forkopimda Riau resmi menjadi gelombang pertama yang menggunakan Tol Pekanbaru –...

Bambang Soesatyo Ajak Semua Pihak Hargai Tenaga Kesehatan di Saat Pandemi Covid-19

Wartautama.co (Jakarta) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah pemerintah yang sudah mulai mencairkan intensif untuk para dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Besarannya...

TERPOPULER

6 Orang Warga Meranti Tertular Covid-19 Hasil Swab Positif

MERANTI – Pandemi Covid-19 atau Virus Corona melanda lagi di Kabupaten Kepulauan Meranti, ada sebanyak 6 orang di nyatakan positif dan berada di Isolasi...

Berjalan 5 Bulan Pernikahan, Sumai Baru Tahu Istri Ternyata Polwan

Desariau.com - Selama 5 bulan meikah, Seorang suami berinisial SS (43) yang menikah dengan WS (43) baru tahu bahwa sang istri adalah Polisi Wanita...

Pusat Karir UIR Hadirkan Rektor IPB dan Presdir RAPP di Webinar Soft Skill Kepemimpinan

PEKANBARU - Pusat Karir Universitas Islam Riau kembali menggelar webinar bertajuk, 'Soft Skill Kepemimpian'. Rencana, webinar yang menghadirkan Rektor Intitut Pertanian Bogor Prof Dr...

Wow…!!! Ini 7 Perempuan Muslim Cantik dan Kaya di Dunia

JAKARTA – Cantik dan tajir, ketujuh perempuan muslim ini masuk jajaran orang kaya di dunia. Dengan paras jelita dan harta berlimpah, deretan perempuan ini...

Anton Pratama Sosok Pengusaha Muda yang Aktif di LSM dan Advokasi Masyarakat

Desariau.com (Jakarta) – Anton Pratama sosok pengusaha muda yang gesit dan ulet dalam menjalankan usaha. Beberapa bidang usaha dilakoninya Anton Pratama mulai producer film,...