Panglima Muhammad Uzer Apresiasi dan Dukung Gubernur Riau Buat Tim Khusus Tangani Masalah PT. SIR

PEKANBARU166 Dilihat

PEKANBARU – Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) memberikan apresiasi dan mendukung penuh Gubernur Riau Edy Natar Nasution membuat tim khusus penyelesaian masalah PT. SIR dengan masyarakat Okura tentang kebun plasma.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Panglima Tengah LLMB Kota Pekanbaru Datuk Muhammad Uzer, Sabtu (30/12/2023).

Kami Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) geram karena PT. Surya Inti Sari (PT.SIR) tidak datang diundang oleh Gubernur Riau dalam rapat untuk menyelesaikan sengketa antara masyarakat Okura dengan PT.SIR tentang pembagian atau memfasilitasi kebun plasma sawit 20% yang diamanatkan oleh Undang Undang yang tidak pernah dibangun oleh PT.SIR bahkan di tahun 2024 Izin HGU mereka akan berakhir.

Salah satu syarat untuk memperpanjang izin adalah memfasilitasi kebun plasma untuk masyarakat setempat walaupun izin periode pertama dikabarkan tidak ada perkebunan plasmanya.

Karena adanya sengketa tersebut maka Gubernur Riau Bpk Edy Natar Nasution mengundang kedua belah pihak yang bersengketa untuk duduk bersama di kantor gubernur dan semua undangan hadir kecuali dari pihak PT.SIR tidak nampak batang hidungnya satu pun.

“Saya Dt.Muhammad uzer Panglima Tengah LLMB Kota Pekanbaru sudah sejak lama memantau perjuangan saudara kami masyarakat Okura yang sudah beberapa kali melakukan unjuk rasa damai bahkan mereka sampai ke Jakarta menuntut haq mereka yaitu kebun plasma 20% dari luas HGU yang dimiliki oleh PT.SIR yang diduga luas kebunnya 3.600 ha yang tidak kunjung difasilitasinya,” Ungkap Muhammad Uzer.

Jika PT.SIR terus membandel tidak tunduk dan patuh kepada aturan yang berlaku di Republik ini kami LLMB siap menurunkan aksi masa karena siapa pun yang hidup dan berusaha di negeri harus tunduk dan patuh kepada peraturan dan perundang undangan yang berlaku tanpa terkecuali.

“Kalian telah menanami tanah kami yang subur di Bumi Lancang Kuning ini dengan mengantongi izin Hak Guna Usaha (HGU) yang dikeluarkan pemerintah pusat tapi tidak patuh terhadap Aturan Negri ini dan tidak memberikan manfaat pada masyarakat setempat,” bebernya.

Jika kondisi ini terus berlanjut dan tidak bisa diselesaikan dengan baik maka LLMB akan turun bergerak kelapangan bersama Bangsa Melayu khususnya di Provinsi Riau ini karena para pengusaha atau investor juga harus tau DIMANA BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG. Jika keberadaan kalian tidak bermanfaat untuk masyarakat Riau lebih baik tidak ada sama sekali di Bumi Riau ini. ADA KALIAN DISINI TIDAK MENAMBAH… PERGI PUN KALIAN TIDAK MENGURANGI… (fz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *