Net. Tak Hanya Riau, Kabut Asap Selimuti Sumatera Barat

Tak Hanya Riau, Kabut Asap Selimuti Sumatera Barat

PADANG – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Sumatera Barat dan kiriman asap dari Provinsi tetanga telah menyelimuti 18 Kabupaten/ Kota di Sumatera Barat kecuali Kab. Kepulauan Mentawai ke semua wilayah tersebut dengan tingkat ketebalan kabut ringan dan sedang.

Pantauan WALHI Sumatera Barat berdasarkan citra satelit MODIS Aqua Terra, pada Tanggal 11-13 September 2019 di Wilayah Provinsi Sumatera Barat terdapat 4 titik hotspot yang tersebar di 4 Kabupaten dengan tingkat kepercayaan 90 -100 persen. Adapun lokasi hospot (titik panas) tersebut berada Di Kabupaten Dharmasraya, Pasaman, Pesisir Selatan dan Solok, ke 4 Kabupaten tersebut dalam kategori perlu penanggulan segera.

Hotspot tersebut cendrung berada dalam kawasan hutan lindung dan areal perkebunan seperti 4 titik Hotspot berada di Nagari Silayang, Kab. Pasaman dan Kec. Payung Sekaki, Kab. Solok, Nagari Tapan Kab. Pesisir Selatan berada dalam kawasan hutan, sedangkan 3 Titik panas di Nagari Abai, Nagari Timpeh Kabupaten Dharmasraya berada dalam areal perkebunan. beberapa daerah lain juga sangat berpotensi terbakar seperti Kabupaten Kabupaten Sijunjung, Tanah Datar, Lima Puluh Kota, Agam, Solok Selatan dan Sawahlunto masuk dalam kategori sangat mudah terbakar.

Walau beberapa kawasan di Sumatera Barat telah terjadi kebakaran dan dilakukan penangulangan seperti yang terjadi Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Dharmasraya. namun berdasarkan Prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau seminggu kedepan untuk wilayah Provinsi Sumatera Barat cerah dan berawan dengan suhu rata-rata antara 22 0C sampai 30 0C dengan kondisi cuaca tersebut, semakin meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan ditambah sebaran titik panas yang cukup banyak sehingga jika tidak ada upaya pencegahan dan penagulangan dari Pemerintah Sumatera Barat dan pihak-pihak terkait maka asap dan kabut di Sumatera Barat dalam katagori pekat dan berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Walhi Sumatera Barat mendesak Pemerintah Sumatera Barat segera melakukan perbaikan tata kelola kawasan hutan yang dinilai selama ini sangat buruk dan segera mengevaluasi izin perkebunan dan pertambagan karena izin-izin yang diterbitkan tumpang tidih dengan kawasan hutan bahkan titik api diduga juga berada dalam izin yang diterbitkan yang sewaktu-waktu terbakar, jika tidak ada upaya perbaikan tata kelola hutan dan lahan maka kedepan persoalan yang sama terus terjadi bahkan akan melahirkan persoalan baru yang merugikan masyarakat Sumatera Barat. (Rls/Fer)

Previous Diamuk Si Jago Merah, Rumah Arifin Warga Meranti Rata dengan Tanah
Next Banyak Inovasi dibidang Lalulintas dari AKBP Andri Ananta Selama Menjabat Kapolres Kampar

You might also like

Peristiwa

Jelang Pilkada 2018, Polresta Pekanbaru Dikunjungi Tim Pamatwil Mabes Polri

PEKANBARU – Polresta Pekanbaru mendapat kunjungan dari Tim Pamatwil Mabes Polri Asistensi Pilkada Serentak Tahun 2018, dalam rangka pengawasan dan monitoring tahapan Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Tahun

Desa Indragiri Hilir

Ribut..! Diduga Stand Concong Diserang dan Obrak-Abrik Camat Tembilahan Hulu

INHIL – Entah apa penyebabnya, tiba-tiba Camat Tembilahan Hulu M. Nazar mendatangi dan mengobrak-abrik stand bazar Kec. Concong pada Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 49 Kabupaten Indragiri Hilir yang terletak

Peristiwa

Jaga Situasi Pekanbaru Agar Tetap Kondusif, Satgas Hangtuah Laksanakan Patroli Premanisme

PEKANBARU – Demi menjaga situasi di kota Pekanbaru agar aman dan kondusif, Personil Sat Sabhara Polresta Pekanbaru terjunkan Satgas Hangtuah untuk laksanakan patroli premanisme. Premanisme atau kerap sekali orang menyebut

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply