Muannif Ridwan. Mugomulyo Butuh Kades Inovatif dengan Beragam Terobosan

Mugomulyo Butuh Kades Inovatif dengan Beragam Terobosan

Opini

INHIL – Mugomulyo merupakan desa baru hasil pemekaran dari desa Benteng Barat, Kec. Sungai Batang, Inhil-Riau. Desa ini mekar pada era kepemimpinan Bupati Dr. H. Indra Muchlis Adnan, SH, MH., MM. tepatnya di tahun 2011 yang lalu. Saat itu bupati Indra mempunyai program unggulan yang disebut dengan Desa Mandiri.

Mugomulyo sejak dulu dikenal sebagai desa yang sangat religi, menjunjung tinggi adat istiadat, dan norma masyarakat. Bahkan jauh sebelum mekar menjadi desa, Mugomulyo juga dikenal mempunyai sumber daya alam berupa hasil perkebunan kelapa, kopi, dan pinang yang melimpah, rakyatnya makmur.

Setiap tahun masyarakatnya selalu ada yang berangkat haji ke Tanah Suci. Bahkan orang dari luar desa pun banyak yang berdatangan ke Mugomulyo untuk mengadu nasib agar ekonominya lebih baik, mereka mencari nafkah dengan bekerja kelapa. Maklum kala itu Mugomulyo merupakan salah satu desa penghasil kelapa terbanyak.

Tahun ini Mugomulyo termasuk desa yang ikut serta dalam pilkades serentak 2019 di Kabupaten Indragiri Hilir. Minggu kemaren lima calon kades yang mendaftar dinyatakan lolos, ditandai dengan pencabutan nomor urut masing-masing calon. Dari kelima calon tersebut, terlihat calon petahana tidak ketinggalan ikut meramaikan pesta pilkades ini dengan memperoleh nomor urut 1 (satu).

Calon Kades Mugomulyo 2019.

Sungguh ironis, seharusnya Mugomulyo yang sudah dimekarkan menjadi desa mandiri mengalami kemajuan yang signifikan. Tapi faktanya, jika kita flashback lima tahun ke belakang di era kepemimpinan petahana, kondisi Mugomulyo sangat terpuruk. Sejak dilontarkan isu memasukkan program sawitisasi yang digarap oleh PT. yang kemudian gagal, kondisi ekonomi masyarakat Mugomulyo turun drastis, hasil perkebunan kelapa yang sebelumnya melimpah dan mampu mencukupi kebutuhan ekonomi masyarakat, sejak kegagalan program itu tidak lagi bisa dipanen. Banyak masyarakat menderita akibat ini. Bahkan kesulitan hanya sekedar untuk makan sehari-hari.

Kisah ini tentu sangat memilukan, saya sendiripun meneteskan air mata saat sebagian masyarakat bercerita kepada saya, mengingat desa Mugomulyo ini adalah tanah kelahiran saya. Selama empat tahun belakangan ini semakin terpuruk, kondisi itu seperti sengaja didiamkan, aparat desa yang memiliki kuasa tidak terlihat mempunyai terobosan yang inovatif. Sementara masyarakat tidak terlalu berani menuntut siapa yang harus disalahkan, dan kepada siapa harus mengadu. Begitulah cerita dan fakta yang pernah saya dengar dan lihat langsung saat berkunjung di desa tercinta.

Cerita lain tentang masyarakat yang susah makan sehari-hari disana juga bukan dongeng sebelum tidur, itu fakta. Jelas ini bukan isu Pilkades murahan. Karena faktanya memang masyarakat Mugomulyo hari ini tidak lagi bisa memanen kelapanya, ratusan hektar kebun kelapa yang seharusnya menjadi sumber kehidupan sehari-hari rusak akibat kebijakan yang kurang tepat. Menurut pengakuan salah satu pengurus desa, berbagai upaya pengurus desa sudah dilakukan untuk meminta bantuan ke penguasa saat ini, tapi hasilnya tidak kunjung kelihatan, seakan penguasa saat ini acuh, tak merespon.

Hanya satu kata; Mugomulyo harus bangkit! Mugomulyo butuh kepala desa yang berani, punya beragam terobosan, inovasi, dan empati terhadap nasib masyarakatnya. Bukan hanya program-program seremonial yang tidak berdampak pada kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat.

Saatnya masyarakat Mugomulyo harus cerdas. Harus ingat, dulu desa ini sejahtera. Tapi sekarang Mugomulyo justru banyak ditinggalkan penduduknya, karena tidak lagi bisa mengasilkan sumber mata pencaharian yang mencukupi. Salah seorang RT pernah bercerita kepada saya, dalam satu tahun ada lima warganya yang pindah dari Mugomulyo demi mencari kehidupan lebih baik.

Hari ini Mugomulyo butuh perubahan, butuh kepala desa dengan spirit dan program baru yang inovatif. Karena pemimpin yang baik itu adalah yang mampu melanjutkan program-program atau tradisi pemimpin lama yang baik dan mempunyai inovasi yang lebih baik. Benar pepatah arab bilang, al-muhafadzatu ala al-qadimis shalih, wal akhdzu bil jadid al-ashlah. Secara konteks artinya, bahwa pemimpin itu harus menjaga atau meneruskan program/tradisi pemimpin lama yang baik dan menggagas program baru yang lebih baik/inovatif. Bukan meninggalkan yang baik karena gengsi itu program orang lain. Pemimpin itu harus menciptakan maslahat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Menurut hemat saya, kasus seperti Desa Mugomulyo itu, saya yakin terjadi juga di desa lain, pernah saya melihat postingan beberapa kawan di sosial media terkait lahan mati di Inhil akibat kurang perhatian dari pemerintah setempat. Pada dasarnya Mugomulyo merupakan desa yang sangat subur, kita butuh pemimpin yang subur akan pemikiran-pemikiran inovatifnya. Tidak cukup pemimpin itu hanya terlihat religius secara pribadi, tapi harus punya kesholehan sosial yang tinggi. Kesholehan sosial itu dapat diwujudkan dengan kepedulian sosial terhadap masyarakatnya.

Sebagai bentuk kepedulian saya terhadap tanah kelahiran. Mari mantapkan pilihan, saatnya masyarakat Mugomulyo memilih pemimpin yang punya visi-misi dan track record yang jelas. Bukan hanya slogan dan iming-iming materi atau jatah jabatan. Pilihlah pemimpin yang punya potensi untuk kemajuan, agar pembangunan ekonomi dan infrastruktur dapat dirasakan oleh masyarakat banyak. Saatnya Mugomulyo bangkit dengan Pemimpin Baru.


Oleh: Muannif Ridwan

Dosen Universitas Islam Indragiri/Lulusan Terbaik Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Asy Syafiiyah/ Pengurus Pagar Nusa Inhil.

Previous Hadiri Pelantikan, Ketua DPD AJOI Riau Bertemu Sejumlah Anggota DPRD Riau
Next Guru Besar 4 Negara Kunjungi Festival Mahasiswa Menuju UIR Terakreditasi International

You might also like

Desa Terbaik

Program Kampung KB di Bengkalis Upaya Wujudkan Nawacita Pembangunan Nasional

DESARIAU.COM – Pemerintah Kabupaten Bengkalis gencar melakukan program kampung Keluarga Berencana (KB) di setiap kecamatan Kabupaten Bengkalis, hal itu sebagaimana di sampaikan Bupati Bengkalis Amril Mukminin dalam sambutan pada peringatan

Peristiwa

Mahasiswi UNISI, Diduga Jatuh Tenggelam di Sungai Gangsal Inhil

DESARIAU.COM (INHIL) –  Diduga salah seorang mahasiswi Universitas Islam Indragiri (UNISI) Jurusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Bahasa Inggris, Semester III, Diketahui jatuh dan hanyut di Sungai Batang Gansal,

Peristiwa

KPA Inhil Sosialisasi Bahaya Penularan HIV ke Masyarakat Keritang

DESARIAU.COM – Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mensosialisasikan bahaya penularan HIV/Aids melalui transmisi seksual kepada masyarakat Kecamatan Keritang, Selasa (7/11/2017). Kegiatan yang digelar dalam pertemuan pembinaan kelompok

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply