Tari Mahligai Mayang Menyimah. Mahligai Mayang Menyimah

Mahligai Mayang Menyimah

DESARIAU.COM – Kebiasaan yang dianggap biasa, namun memiliki nilai yang tinggi bagi seorang pengkarya dalam meneliti sebuah konsep dan diciptakan dalam bentuk garapan seni tari yang bertema dramatik, dengan menggunakan tipe literer dan abstrak.

Pengkarya terinspirasi dari sebuah Ritual Menyimah Kampung, di Desa Dusun Tua Pelang, Kec. Kelayang, Kab. Indragiri Hulu. Sebuah kegiatan ritual yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dahulunya acara ini sangat dinanti oleh masyarakat setiap 2 tahun sekali. Karena, bagi masyarakat ritual ini selain menjaga silaturahmi atar manusia, namun mereka juga menjaga silaturahmi terhadap mahluk tak kasat mata (gaib).

Pada dasarnya, manusia di zaman dahulu sangat menghargai bumi beserta isi nya, menjaga hubungan antara vertikal maupun horizontal sangat dijaga sehingga kelestarian alam sangat bersahabat. Masyarakat dahulunya memiliki kepekaan yang tinggi, sehingga mereka sangat jeli dan peduli terhadap lingkungan sekitar terutama dalam menjalin silaturahmi.

Karya ini diberi judul Mahligai Mayang Menyimah, dengan Koreografer Suvina, S.Sn selaku penata tari dan penari, dan komposer karya ini yaitu Agung Hero Hernanda S.Sn.,M.Sn. Sinopsis karya 3M yang terinspirasi dari Ritual Menyimah Kampung. Betobo kampung/bepiari/besolang merupakan sebuah kegiatan kerja sama/ bergotong royong dalam persiapan perayaan atau pesta/ celebration olat nagoghi atau yang lebih dikenal pesimahan/ menyimah kampung bagi masyarakat Desa Dusun Tua Pelang. Namun, seiring detak nya waktu yang terus berputar! Sighih Kapegh Becampegh Pinang…. Ditambah Tembakau… Besamegh Mayang….. Ape Nan Tejadi…. Ape Nan Salah….. Ape Penyebab…. Ape Obat….Besemepah… Tak Besusun…. Tak Be Dinding…. Tak Be Lantai…. Tak Be Atap…. Banyak… Oghang! Ape…. Nan Salah…..? Karya ini memiliki tujuan, Menambah luaskan khazanah budaya seni tari yang didasari oleh peristiwa budaya lokal yang menjadi tradisi dalam sebuah daerah.

Memberikan pemikiran maupun pandangan terhadap masyarakat bahwa budaya yang ada dan berkembang bukan hanya sekedar kesenian kreatif tetapi memiliki kajian serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Terwujudnya karya Mahligai Mayanag Menyimah maka memancing beberapa pemikiran-pemikiran kreatif lainnya akan peduli dengan kehidupan masyarakat dan beberapa keunikan budaya lokal yang nantinya menjadi sebuah sumber ide gagasan.

Karya 3M memiliki stuktur bagian serta beberapa adegan dalam karya antara lain : BAGIAN 1 ( Suasana Perkampungan Sepi, Dan Riang Bahagia Bersama masyarakat ) Menggambarkan kegiatan betobo kampung bagi kehidupan masyarakat Desa Dusun Tua Pelang. Adegan 1 Menggambarkan kekompakan dan kebersamaan masyarakat dalam merespon kegiatan betobo kampung. Adegan 2 Menggambarkan kesibukan masyarakat pada saat melangsungkan dan mempersiapkan betobo kampung.

BAGIAN 2 ( Suasana Tenang, Nyaman Dengan Kehidupan Yang Baru ) Menggambarkan pandangan atau respon masyarakat hari ini terhadap kegiatan betobo kampung. Adegan 1 Menggambarkan masyarakat yang hidup terikat dengan kesibukan profesi sehingga mulai berkelompok dan individu. Adegan 2 Menggambarkan diantara masyarakat yang masih menjaga nilai silaturahmi dan kepedulian yang terdapat dalam betobo kampung.

BAGIAN 3 ( Suasana Gelisah, Tegang, Dan Haru ) Menggambarkan sebuah pandangan tentang kehidupan dan kebudayaan masyarakat saat ini dan masa depan. Adegan 1 Menggambarkan kehidupan masyarakat dengan bermacam ragam profesi sehingga sibuk tidak menentu, dan mengakibatkan hilangnya nilai kebersamaan, tegursapa/silaturahmi antara masyarakat. Adegan 2 Menggambarkan konflik dalam diri masyarakat seakan jenuh dan semakin larut dalam perkembangan dan perubahan maupun kecanggihan dunia. Adegan 3 Menggambarkan sebuah penyelesaian konflik batin yang dialami masyarakat yang berdampak terhadap diri atau individ masyarakat.

Karya ini didukung oleh tim produksi yaitu penari ( Mugi Ari Saputra, Irwan Putra Hadi, Rahman Syafriadi, Oki Satria, Ikbal Rahmat Tulhaki, Ariefin Alham Jaya Putra, Maisaldi Jhoni, Riza Risdanty, Sisi Adira Feronica, Dela Nurjanah, Putri Susmita, Tiara Pusparani, Mutia Indah Lestari, Dian Agus Anggelia, Sandra Eli Basri, Rajif Ayunda, Wisnu Rahmat, Ilham Akbar, Vikcy Brave Syuhada ), pemusik (Budi Hadiwijaya, S.Sn,.M.Sn, SandY Amran Husein, Boby Anoza Ahda, M. Ilham Ramadan, M. Cevin Caniago, Hamidun Syaputra, Alvin Ramanus, Debby Trisma Rupita, Syerli Martalina ).

Penata kostum Anggi Sukma Yuni Fores. Penata Lighting (Dedi Darmadi S.Sn, M.Sn, Hamdani Johanis, Verdo Budi Abi ). Penata Soundsystem ( Jori Andela S.Sn, M.Sn, Indra Jaya, Wahyu ). Penata Artistik ( Agung, Ahmad Iqbal, Restu Rahmat Dhani ), Dokumentasi ( Irham S.Sn, Barry Rahmad, Barry Rahmad ) dan crue.

Dalam Sebuah konsep garapan gerak karya ini tidak akan terlepas dari pakem melayu dan konstum yang digunakan tentunya dipertimbangkan sesuai konsep karya yang bernuansa melayu. karya ini memiliki 4 model kostum sesuai dengan adegan-adegan yang terdapat dalamnya, kostum tersebut tentunya menyimbolkan apa yang dimaksud pengkarya dalam koreografy 3M. Karya ini telah ditampilkan pada hari Jum’at tanggal 12 januari 2018.

Lokasi pertunjukan di Institut Seni Indonesia Padang Panjng. Karya ini diharapkan mampu menarik pikiran seniman lain untuk lebih cinta akan budaya lokas. Budaya yang sudah ada akan dilestarikan, akan digarap dengan pandangan hari ini secara inovasi. Manfaat yang diharapakan tentunya. Memberi pandangan atau tuntunan agar tetap menjaga silahturahmi, dan menghargai atara sesama masyarakat serta budaya masyarakat setempat meskipun banyak terjadi perubahan dan perkembangan.

Alternatif bagi pengkarya dalam memotivasi masyarakat agar peduli dan peka terhadap lingkungan hidup bermasyarkat, seperti fenomena budaya maupun peristiwa budaya lokal. Sumbangan pemikiran dan pengetahuan serta apresiasi bagi masyarakat dalam khazanah budaya lokal yang diciptakan melalui garapan pengkarya Mahligai Mayang Menyimah.

Karya ini digarap dengan hasil interpretasi dan imajinasi pengkarya yang menghasilkan garapan karya inovasi dengan judul karya Mahligai Mayang Menyimah. pesan bahwa perubahan dan perkembangan bukan berarti pengaruh buruk yang harus dihindari namun harus belajar dalam menyikapi dunia.

Pengkarya mencoba menelaah sebuah argumen seorang ahli antropologi menilai manusia dalam menyikapi teknologi, dan pada dasarnya sikap pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan mustahil berjalan sempurna tanpa penguasaan teknologi jadi, sebuah pedukung public sempurnanya kebudayaan yaitu teknologi.

Koreografer Suvina, S.Sn

Previous Dikunjungi Tim Jumat Barokah Polresta Pekanbaru, Pak Warso Terharu
Next Bhabinkamtibmas Bersama Pemuda Karang Taruna Kampung Harapan Goro Seminisasi Jalan Abdul Jalil

You might also like

Intelektual Melayu

Kemendikbud Dukung Riau Jadi Pusat Kebudayaan Melayu di Asia Tenggara

PEKANBARU – Pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendukung penuh visi Riau 2020 yang menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan melayu Asia Tenggara. Ini dibuktikan dengan keluarnya Undang-undang nomor

Intelektual Melayu

Tunjuk Ajar Melayu Akan Diajukan Sebagai Warisan Budaya Dunia

DESARIAU.COM – Riau bumi Lancang Kuning yang kaya akan warisan melayu, Setelah pantun yang diajukan ke Unesco untuk disahkan sebagai warisan budaya Dunia, maka Tunjuk Ajar Melayu juga akan diajukan

Intelektual Melayu

Ritual Menyimah Kampung di Desa Dusun Tua Pelang

DESARIAU.COM – Pengakuan masyarakat dengan keberadaan Ritual Menyimah Kampung merupakan budaya lama dan turun menurun yang terdapat di Desa Dusun Tua Pelang, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Inhu. Konon cerita berhembus sebuah

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply