Profil Desa Tanah Merah Kecamatan Rangsang Pesisir Meranti

DESARIAU.COM – Desa Tanah Merah merupakan desa yang masuk ke dalam kategori desa nelayan dan pertanian. Hal tersebut disebabkan oleh wilayah geografis dari Desa Tanah Merah yang berada di dekat Selat Malaka dan sekaligus perkebunan kelapa.

Penduduk Desa Tanah Merah sendiri dapat dikatakan merupakan petani dan nelayan musiman. Ketika menunggu hasil kebun dan ladang yang panen tiga bulan sekali, mereka biasanya mengisi waktu luang dengan menjadi nelayan dan mencari ikan di laut.

Akses Transportasi Dari Provinsi, Kabupaten, Dan Kecamatan Menuju Desa :

Jarak dari Desa menuju pusat Kecamatan ± 8 Km dengan waktu tempuh ± 30 Menit. Perjalanan ini ditembuh melalui jalur darat. Jarak dari desa menuju pusat Kabupaten ± 37 Km dengan waktu tempuh ± 1½ sampai 2 Jam. Untuk bisa ibukota kabupaten masyarakat dapat menempuh dengan jalur darat sampai di pelabuhan Kempang, lalu menyebrang menggunakan kapal kayu kecil atau biasanya masyarakat menyebut kapal tersebut dengan nama Kempang, setelah itu dilanjutkan dengan transportasi darat.

Jarak dari Desa menuju pusat Provinsi ± 170 Km dengan waktu tempuh ± 6 sampai 6½ Jam. Untuk bisa sampai ke ibukota provinsi dari Desa Tanah Merah menggunakan sepeda motor menuju kepelabuhan Kempang, kemudian menyebrang dahulu ke kabupaten menggunakan kapal kayu kecil (kempang), kemudian menuju ke pelabuhan Tanjung Harapan, dari pelabuhan Tanjung harapan menggunakan Speed Boot menuju Buton Kabupaten Siak, kemudian dilanjutkan menggunakan Bus sampai daerah Perawang, lalu di lanjutkan kembali menggunakan Speed Boot menuju ke pelabuhan sungai duku Kota Pekanbaru.

Sejarah Desa Tanah Merah :

Berdasarkan sejarahnya, Desa Tanah Merah dikenal sebagai Desa Kedabu (Kedaburapat) yang kemudian mengalami pemekaran pada tahun 2004. Pada mulanya, sekitar tahun 1930-an, Desa Kedaburapat atau Desa Tanah Merah memiliki kepala kampung yang disebut dengan sebutan Penghulu. Penghulu atau kepala kampung pertama adalah Tuk Tengek yang menjabat sebagai Penghulu pada periode 1930 – 1939.

Pada tahun 1960-1969 atau yang merupakan masa 70-an, Desa Kedaburapat atau Desa Tanah Merah yang dipimpin oleh Abdul Rahman merupakan desa yang masih berupa hutan belantara dan belum tersentuh oleh pembangunan.

Selain itu, pada masa tersebut juga Desa Kedaburapat berada dalam kondisi dijajah oleh Belanda dan Jepang. Pada masa penjajahan tersebut, pusat pemerintahan Belanda terletak di Tanjung Mayat Selat Panjang, sedangkan pusat pemerintahan Jepang terletak di Desa Jepon yang sekarang disebut Desa Telaga Baru.

Di masa lampau, Desa Kedaburapat juga menjadi tempat persinggahan bagi para pedagang dari negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura. Wilayah kekuasaan Penghulu atau Kepala Kampung Desa Kedaburapat pada masa itu berada di sekitar Tanjung Motong sampai di Tanjung Samak.

Pada awalnya, mata pencaharian masyarakat Desa Kedaburapat atau Desa Tanah Merah adalah nelayan, petani, dan pedagang. Kondisi ekonomi masyarakat pada masa itu cukup memprihatinkan. Ada suatu istilah yang menggambarkan kondisi masyarakat pada masa itu yaitu kais pagi makan pagi, kais petang makan petang yang artinya adalah hidup dengan pas-pasan. Dengan kata lain, masyarakat Desa Tanah Merah pergi bekerja di ladang maupun di laut dengan penghasilan yang kecil dan hasilnya hanya cukup untuk makan hari itu saja.

Hal yang menarik sekaligus memprihatinkan adalah ketika kami mewawancarai Kepala Desa Tanah Merah, Bapak Rusli, ia mengatakan bahwa sampai saat ini kondisi ekonomi masyarakat Desa Tanah Merah masih demikian dan belum berubah. Hal itu disebabkan oleh kurangnya sarana dan prasarana masyarakat untuk bekerja sehingga penghasilan yang mereka dapatkan kurang memadai.

Tidak hanya kondisi ekonomi masyarakat yang memprihatinkan, di masa lampau pun di Desa Kedaburapat atau Desa Tanah Merah tidak ada ahli medis dan sarana kesehatan yang memadai. Penduduk hanya mengandalkan Cuma Bomo atau yang disebut sebagai Dukun Kampung.

Pada tahun 1970 – 1988, wilayah Desa Kedaburapat diperkecil yaitu dari Sempian sampai dengan Sungari Rangsang. Kemudian, Desa Kedaburapat atau Desa Tanah Merah ini dibagi menjadi 8 RK (Rukun Kampung). (Web desa Tanah Merah)

Previous Profil Desa Seresam Kecamatan Seberida Inhu
Next Hebat, Pemko Pekanbaru Akan Bangun PLTU Bahan Bakar Limbah Sawit

You might also like

Profil Desa

Profil Desa Pematang Tinggi Kabupaten Pelalawan

DESARIAU.COM – Desa Pematang Tinggi merupakan salah satu desa ekstransmigrasi yang berada di wilayah kecamatan Kerumutan. Sebelum menjadi desa definitif pada tahun 1989 (sesuai dengan keputusan daerah No. 443 Tahun

Profil Desa

Profil Desa Harapan Jaya yang Berada di Kabupaten Inhil

DESARIAU.COM – Secara Administrasi Desa Harapan Jaya termasuk dalam Wilayah Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau. Dan terletak dibagian selatan yang merupakan salah satu desa yang memiliki dataran

Profil Desa

Profil Desa Tarai Bangun, Kampar

DESARIAU.COM – Desa Tarai Bangun adalah nama suatu wilayah di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Riau. Menurut sejarah berdirinya desa Tarai Bangun adalah melalui pemekaran dari desa induk yaitu Desa Kualu.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply